Jenis-jenis 
Jenis Finishing bahan kaos disini berkaitan dengan lebar bahan kaos yang dikehendaki yang berkaitan dengan kebutuhan efisiensi pola/ marker. Finishing juga berkaitan dengan kebutuhan akan handfeel/ pegangan bahan kaos itu sendiri.
 
1. TUBULAR/BULAT
Bentuk bahan kaos bulat melingkar (seperti sarung) untuk bahan cotton disebut Callendar, sedangkan untuk non-Cotton disebut Setting. Jenis bentuk Finishing bahan kaos seperti ini yang paling banyak dipakai oleh para produsen Garment / Clothing Company.
 
2. OPENSET/BELAH
Bentuk bahan kaos sudah dibelah melebar/ horizontal. Kelebihan dari finishing ini adalah serat bahan jadi lebih lurus dan shrinkage (susut kain ) lebih halus. Jenis finishing ini banyak dipakai untuk produk kaos yang mengutamakan mutu, merk branded / ternama, dan kualitas export.
 
3. MERCERIZED/NON MERCERIZED
MERCERIZED: Jenis finishing yang membuat serat bahan kaos menjadi lebih rapat, warna lebih cerah, shrinkage lebih bagus dan handfeel lebih keras. Contoh untuk jenis bahan ini banyak dipakai oleh produsen kaos lokal. NON MERCERIZED: Jenis finishing yang mengutamakan handfeel atau pegangan yang soft lentur.
 
4. BIO ENZYM dan BIO COMPACT
Jenis finishing ini merupakan inovasi dari Non Mercerized. Sebenarnya kedua jenis finshing ini secara teknis bersifat menghilangkan bulu (hairiness) permukaan bahan kaos dengan semacam bakteri. Yang didapatkan adalah penampilan warna lebih cerah. Konsumen produk jenis kaos ini mengutamakan appearance dan kenyamanan, karena produk ini umumnya merk terkenal dan mahal.
Enzym sekarang digunakan secara luas dalam produksi bahan pakaian, furniture maupun alat – alat rumah tangga. Proses produksi yang menggunakan bahan kimia dapat menghasilkan polusi maka digantikan oleh system biotechnological yang dapat mengurangi efek kimia tersebut. Pada dasarnya enzyme digunakan untuk mengurangi bulu pada kain dan sebagai pre-treatment sebelum dyeing untuk mengurangi waktu pembilasan dan menambah kualitas warna. Semua tahap dilakukan dengan menggunakan bahan – bahan natural seperti air, listrik dan bahan baker sementara itu juga meningkatkan kualitas dari produk tekstil itu sendiri.
 
5. ROTARY PRINT
Bahan kaos yang sudah dalam bentuk printing/ sablon sebelum di cutting. Proses printingnya memakai mesin Rotary sehingga dinamakan Rotary Print.
 
6. VINTAGE
Vintage seringkali diartikan sebagai pakaian yang kuno dan antik. Vintage dapat berarti juga seperti pakain yang sudah lama dipakai. Kaos vintage biasanya tercetak gambar yang secara sengaja dibuat kuno atau antik, seperti gambar – gambar yang mewakili generasi sebelumnya. Ada beberapa cara agar kaos ini terlihat vintage yaitu dengan cara di “wash”( seperti pengertian bahan jeans yang dicuci lagi dengan menggunakan batu apung), tetapi cara “wash” untuk kain kaos berbeda, bahan kaos itu di cuci dengan tehnik khusus sehingga menjadi tipis seperti telah dipakai berulang kali. Beberapa merk kaos bahkan sengaja merusak kaos itu dengan memberi guntingan – guntingan kecil di sana sini untuk memberi kesan vintage. Pada prinsipnya vintage adalah tentang image dan kenyamanan bukan pada bentuk barunya. 
TERMS AND CONDITION    |    SHIPPING    |    HOW TO SHOP    |    PARTNER WITH US